A. Pendahuluan
Fenomena sosial masyarakat
yang kini hidup di era modern, dengan perubahan sosial yang cepat dan
komunikasi tanpa batas, dimana kehidupan cenderung berorientasi pada
materialistik, skolaristik, dan rasionalistik dengan kemajuan IPTEK di segala bidang.
Kondisi ini ternyata tidak selamanya memberikan kenyamanan, tetapi justru
melahirkan abad kecemasan (the age of anxienty). Kemajuan ilmu dan
teknologi hasil karya cipta manusia yang memberikan segala fasilitas kemudahan,
ternyata juga memberikan dampak berbagai problema psikologis bagi manusia itu
sendiri. Masyarakat modern kini sangat mendewa-dewakan ilmu pengetahuan dan teknologi,
sementara pemahaman keagamaan yang didasarkan pada wahyu sering di tinggalkan
dan hidup dalam keadaan sekuler. Mereka cenderung mengejar kehidupan materi dan
bergaya hidup hedonis dari pada memikirkan agama yang dianggap tidak memberikan
peran apapun. Masyarakat demikian telah kehilangan visi ke-Ilahian yang tumpul
penglihatannya terhadap realitas hidup dan kehidupan. Kemajuan-kemajuan yang
terjadi telah merambah dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi
budaya dan politik. Kondisi ini mengharuskan individu untuk beradaptasi
terhadap perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan pasti. Padahal dalam
kenyataannya tidak semua individu mampu melakukannya sehingga yang terjadi
justru masyarakat atau manusia yang menyimpan banyak problem. Bagi masyarakat
kita, kehidupan semacam ini sangat terasa di daerah-daerah perkotaan yang
saling bersaing dalam segala bidang.








