Naskah Monolog
SEORANG koruptor kakap
mendadak muncul di kantor peradilan. Ia menyerahkan diri minta ditangkap.
Beberapa petugas jaga – yang sebagian lagi ngobrol sambil nonton telenovela di
televisi, dan sebagian lagi asyik main domino – langsung tergeragap kaget.
‘’Tolong tangkap saya,’’ koruptor ternama itu
kembali bicara sambil mengulurkan kedua tangannya seolah-olah minta diborgol.
Para petugas jadi langsung gemeteran. Apa tidak salah? ‘’Saya ingin jadi
koruptor yang baik dan benar,’’ kata koruptor itu, sambil memandangi para
petugas yang terheran-heran - juga agak ketakutan.
Tentu saja
peristiwa itu langsung jadi berita besar. Puluhan wartawan segera mengerubungi
sang koruptor. Dan koruptor itu pun langsung memberikan
pernyataan-pernyataannya.


