Friday, November 28, 2014

Tasawuf dan Akhlaq di Era Modern

A. Pendahuluan
Fenomena sosial masyarakat yang kini hidup di era modern, dengan perubahan sosial yang cepat dan komunikasi tanpa batas, dimana kehidupan cenderung berorientasi pada materialistik, skolaristik, dan rasionalistik dengan kemajuan IPTEK di segala bidang. Kondisi ini ternyata tidak selamanya memberikan kenyamanan, tetapi justru melahirkan abad kecemasan (the age of anxienty). Kemajuan ilmu dan teknologi hasil karya cipta manusia yang memberikan segala fasilitas kemudahan, ternyata juga memberikan dampak berbagai problema psikologis bagi manusia itu sendiri. Masyarakat modern kini sangat mendewa-dewakan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara pemahaman keagamaan yang didasarkan pada wahyu sering di tinggalkan dan hidup dalam keadaan sekuler. Mereka cenderung mengejar kehidupan materi dan bergaya hidup hedonis dari pada memikirkan agama yang dianggap tidak memberikan peran apapun. Masyarakat demikian telah kehilangan visi ke-Ilahian yang tumpul penglihatannya terhadap realitas hidup dan kehidupan. Kemajuan-kemajuan yang terjadi telah merambah dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi budaya dan politik. Kondisi ini mengharuskan individu untuk beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan pasti. Padahal dalam kenyataannya tidak semua individu mampu melakukannya sehingga yang terjadi justru masyarakat atau manusia yang menyimpan banyak problem. Bagi masyarakat kita, kehidupan semacam ini sangat terasa di daerah-daerah perkotaan yang saling bersaing dalam segala bidang.

Wednesday, November 26, 2014

Guru yang Baik Adalah Murid Sepanjang Masa

Saya bangga bertemu guru-guru karena dua alasan. Pertama, saya bertemu dengan manusia tangguh. Kalau tidak seperti Anda ketangguhannya, bisa rusak 100 kali lipat dunia pendidikan kita. Kedua, elek-elek’o saya ini juga orang pendidikan. Elek-elek’o saya ini juga bisa disebut guru. Tetapi Anda lebih baik dari saya, karena riwayat pendidikan saya tidak jelas. SMA diluluskan secara politis, S1 saya tidak lulus,” begitu Cak Nun mengawali uraiannya di depan para guru peserta pelatihan dalam rangka program CSR Telkom-Republika dengan tajuk Bangun Kecerdasan Bangsa “ Bagimu Guru Kupersembahkan ”, bertempat di Kantor Telkom Yogyakarta, 22 Juni 2007.
Kesempatan bertemu para guru itu rupanya betul-betul dimanfaatkan Cak Nun untuk membongkar paradigma per-guru-an di Indonesia. Cak Nun menceritakan bahwa dalam hidup ini banyak hal yang tidak logis. “Bagaimana bisa saya yang tidak lulus sekolah diminta ceramah di depan guru-guru. Ini salah satu ketidaklogisan,” ujarnya. Karena banyak yang tak logis, maka Cak Nun mengajak guru-guru untuk tidak terjebak atau hanya bergantung pada pemikiran logis (linear). Ada empat cara berpikir, lanjut Cak Nun, yaitu berpikir linear, zigzag, oval, dan siklikal.

Tuesday, November 25, 2014

Orang Capek Dilarang Nyopir

Hamdalah.. setelah sekian lama vakum corat-coret di blog,akhirnya saya berkesempatan tuk nyorat-nyoret lagi blog ini. ( sebenarnya nulis itu bukan perkara sempat atau nggak sempat,ada atau enggak adanya waktu.tapi ada atau tidak adanya kemauan hhe.. hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh mood seseorang,katanya sih.. tapi kalo dipikir-pikir ngga betul juga he.he.. yang jelas ada nggaknya niat,itu yg betulll.. karena kemauan itu ada kalo adanya niat, kalo sudah ada niat & kemauan tentu mood akan menyesuaikan sendiri,menurut pemikiran saya.. ). lha kok jadinya ngelanturrr..
Okey kembali ke judul diatas,kata orang bijak "pengalaman adalah guru terbaik",dalam tulisan ini sebenarnya saya ingin berbagi pengalaman pribadi,ketika itu saya dimintai untuk menemani nyopir teman saya yang mau mengantarkan keluarganya ke Klaten,berangkat dari Pangandaran malam hari rencananya sehari jadi nyampe tujuan langsung balik lagi ke Pangandaran.singkat cerita diperjalanan kami bergantian mengemudikan mobil,kalo teman saya capek gantian saya yang nyopir teman saya gantian yang istirahat. setelah keluarganya diantar sampe tujuan kami berdua langsung pulang ke Pangandaran karena hari telah larut malam kami putuskan untuk istirahat dan tidur sebentar di Jogja sambil menunggu waktu shubuh tiba.

Thursday, January 30, 2014

Surat Kepada Kanjeng Nabi

 Oleh : Cak Nun
Ah, Muhammad, Muhammad, Betapa kami mencintaimu. Betapa hidupmu bertaburan emas permata kemuliaan, sehingga luapan cinta kami tak bisa dibendung oleh apapun.
Dan jika seandainya cinta kami ini sungguh-sungguh, betapa tidak bisa dibandingkan, karena hanya satu tingkat belaka di bawah mesranya cinta kita bersama kepada ALLAH .
Akan tetapi tampaknya cinta kami tidaklah sebesar itu kepadamu. Cinta kami tidaklah seindah yang biasa kami ungkapkan dengan kata, kalimat, rebana dan kasidah-kasidah. Dalam sehari kehidupan kami, kami lebih tertarik kepada hal-hal yang lain.
Kami tentu akan hadir ke acara peringatan kelahiranmu di kampung kami masing-masing, namun pada saat itu nanti wajah kami tidaklah seceria seperti tatkala kami datang ke toko-toko serba ada, bioskop, ke pasar malam, ke tempat-tempat rekreasi.
Kami mengirim shalawat kepadamu seperti yang dianjurkan Allah–karena Allah serdiri berserta para malaikat-Nya juga memberikan shalawat kepadamu.
Namun pada umumnya itu hanya karena kami membutuhkan keselamatan diri kami sendiri.

Friday, November 22, 2013

Mutiara Indah Cinta (Antologi Cerpen Kang Abik : "Diatas Sajadah Cinta")

Ngobrol masalah prosa fiksi memang tiada habisnya,selalu saja ada yang baru dan menarik meskipun ceritanya seputar itu2 saja, apalagi fiksi bertemakan roman picisan, bagi kawula muda tentu lebih mengasyikkan.
Kemarin malam waktu saya lagi iseng2 buka fb mata saya tertuju pada tulisan Habiburrahman El-Shirazy yang di share oleh teman di halaman fb nya,tentu saja membuat penasaran saya untuk membaca detail postingan tersebut karena memang harus saya akui bahwa karya-karya fiksi seorang Habiburrahman selalu menarik untuk dinanti,dinikmati dan diapresiasi,entah sudah berapa karya sastra saja yang telah beliau buat dan terbitkan dan ceritanya pun masih seputar roman picisan,tapi tetap saja selalu asyik untuk dibaca karena memang beliau jagonya membuat fiksi romantis.
langsung saja saya paste kan postingan itu disini,

"Ketika Derita Mengabadikan Cinta"

Oleh: Habiburrahman El-Shirazy